Penyebab Tarif Tiket Pesawat Bisa Naik dan Turun

Pernahkah anda menemukan harga tiket pesawat yang terkadang turun dan terkadang naik ketika anda melakukan googling di internet? Misalnya ketika anda akan melakukan rute dari jakarta ke yogyakarta anda melakukan pengecekan harga tiket pesawat pada pagi hari dan menjumpai harga Rp.450.000, namun ketika dilakukan pengecekan pada malam hari setelahnya harganya berubah menjadi Rp.570.000. mungkin anda bertanya-tanya mengapa hal tersebut dapat terjadi. Perubahan harga tiket pesawat dalam kurun waktu 24 jam memang umum terjadi dikarenakan beberapa faktor yang menyertainya.
Seperti yang anda ketahui bahwa setiap maskapai penerbangan memiliki kelas untuk setiap penerbangan masing-masing seperti promo, ekonomi, bisnis, eksekutif dan masih banyak lagi yang lainnya. Lalu masing-masing kelas tersebut akan dibagi menjadi beberapa sub-class dengan kebutuhan maskapai masing-masing. Bermunculannya maskapai-maskapai baru dalam dunia penerbangan merupakan salah satu faktor terjadi perubahan naik turunnya harga tiket pesawat. Lalu apa saja faktor-faktor lainnya? Anda dapat menyimaknya dalam ulasan di bawah ini :
Penyebab Tarif Tiket Pesawat Bisa Naik dan Turun
1. Waktu dan hari keberangkatan
Waktu dan hari keberangkatan bervariasi mulai subuh, siang hingga tengah malam. Penumpang lebih cenderung memilih waktu keberangkatan pada pagi hari karena dinilai lebih efektif dibanding rute penerbangan pada siang hari. Oleh karena itu, pihak maskapai akan menawarkan tiket yang relatif lebih murah pada waktu-waktu yang kurang diminati oleh para calon penumpang seperti tengah malam. Tidak hanya dipengaruhi oleh waktu semata, hari-hari besar nasional dan akhir pekan biasanya dibandrol dengan harga yang jauh lebih murah. Tiket pesawat untuk weekday biasanya lebih murah dibandingkan tiket pada akhir pekan maupun hari libur nasional.
2. Penumpang
Ramai tidaknya penumpang juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga tiket pesawat. Ketika penumpang lebih sepi daripada hari biasanya maka pihak maskapai akan menjual tiket sub class paling bawah dengan batasan kuota seat yang tersedia. Sebaliknya, ketika memasuki musim dimana penumpang lebih ramai maka pihak maskapai akan menjual tiket untuk sub class satu tingkat lebih tinggi dibanding sub class paling rendah. Inilah yang membuat harga relatif mahal dan fluktuatif.
3. Rute
Rute penerbangan yang paling populer biasanya didongkrak dengan harga yang jauh lebih mahal ketimbang rute penerbangan yang tidak begitu populer. Seperti contohnya ketika anda akan melakukan tur dari jakarta ke jogyakarta maka harga akan jauh lebih mahal dibanding melakukan tur dari jakarta ke sorong karena pada rute ini sedikit yang meminati.


Itulah beberapa tips untuk anda yang akan atau sedang melakukan perjalanan ke luar kota untuk mengantisipasi perubahan harga. Dengan mengetahui mengapa perubahan harga tersebut terjadi maka anda dapat menimbang apa yang harus anda lakukan untuk mengakalinya. Selamat mencoba!